Apakah Petasan Bisa Diganti?
DICARI : MAINAN YANG TIDAK MEMBUAT DEG-DEGAN
Belum reda penging di telinga saya sesudah mendengar pekikan petasan cabai itu, anak-anak seusia SD yang memasang petasan itu tertawa cekikikan sembari lari melihat saya dan beberapa orang ibu kaget karena disambar ledakan. Salah seorang ibu latah, sementara beberapa orang lainnya memaki sembari sesekali nyebut, maklum baru selesai tarawih. Saya pun mengumpat, padahal dulu saya juga senang bermain petasan atau mercon.
Petasan memang tidak lekang, biarpun banyak larangan sampai dibuat sanksi atas pelanggaran, toh semua itu tidak menyurutkan minat penggemar ledakan. Ah, ledakan! Mungkin ini yang membuat pemerintah paranoid akan petasan mengingat trauma atas ledakan di ibukota beberapa waktu yang lalu. Memang tidak dapat dipungkiri petasan itu berbahaya, ibarat bom kecil. Ledakan petasan bisa membuat tangan melepuh jika tidak berhati-hati, memicu masalah telinga, sampai pada memantik kebakaran yang bisa menyebabkan lusinan keluarga kehilangan tempat bernaung.
Apa sih asyiknya petasan, sampai-sampai orang dewasa pun memainkan? Ledakannya, efek kejutnya, kedua hal itu bisa membuat efek nagih. Melihat orang hampir pingsan karena ledakan nampaknya menjadi sebuah pemandangan yang hangat, yang dapat menyatukan kegembiraan para pemainnya, yang mengeset latar dengan petasan. Atau sebenarnya bukan petasannya, melainkan evennya? Euforia ramadhan atau lebaran bisa dijadikan kambing hitam, karena dengan kegembiraan berlebihan -dan juga perputaran uang yang cepat- industri rumahan petasan bisa menyambung nafas, menjual ribuan kardus petasan aneka rupa, terutama di saat lebaran dan ramadhan.
Lantas bagaimana menghilangkan bunyi dari racikan belerang itu di masa-masa ramadhan dan lebaran? Kembang api? Anak zaman sekarang bilang itu cemen dan nggak seru, mungkin karena tidak bisa membuat yang berada di sekitarnya merasakan sensasi “jantung hampir copot“. Nah, inilah saatnya industri kreatif bermain, menciptakan solusi permainan yang tidak membahayakan, namun lebih kepada kepuasan, alangkah lebih baiknya jika ada unsur pendidikan, dan yang lebih penting lagi, harus seru!
_____
foto diambil dari sini.
Selasa, 1 September 09
Posted in Jurnal Belajar and tagged BLOGAN 2009, lebaran, mainan, mercon, petasan, ramadhan.
5 responses to Apakah Petasan Bisa Diganti?
buat aja sendiri dari kertas trus di lempar kebawah tapi gk jatuh (dikasih angin doang)yg kenceng pasti bunyi DUAR
cara membuat :
cari kertas persegi panjang lipat hingga hampir semua
________
________ _=garis lipat
________
——– -=jangan dilipat
SELAMAT MENCOBA!
nengĀ®atna mau jawab teka-teki abang “Apakah Petasan Bisa Diganti?”
jawabannya: ADA, namanya NGEBLOG!
_____
hidup ngeblog!
tongki.
emang bikin jantungan tuh petasan. kapan habisnya yaaa
_____
lah saya juga nggak tahu kok…
tongki.
Hehe… begitulah… entah kenapa orang2, terutama anak2 pada seneng ngeliat seseorang terkaget-kaget, latah, misuh, ato tindakan spontan lainnnya setelah denger petasan… jadi Sebuah keasikan tersendiri kali ya, hehe…
_____
kalau mau tahu ada baiknya dicoba sendiri, akibat tidak ditanggung penulis
tongki.
kembang api yang bisa meledak di awan kayaknya menarik kok…
_____
iya, apalagi dinikmati bersama… ah, sudahlah..
tongki.