Rabu Kelabu
SEABU-ABU BARAT SUMATERA SORE ITU.

Pariaman di hari Rabu, 30 September baru kembali bergeliat setelah anak-anak kembali bersekolah dan para pekerja kembali menggerakkan pena. Sore itu lindu datang tiba-tiba, sedikit meregang, menggeliat keras, dan menghentak, menyibak benda-benda dan menghempaskannya ke berbagai sudut. Tanah merekah dan suasana berubah menjadi gundah, kehidupan beku, burung-burung menjelma kelu.
Apa ini gara-gara Antaboga? Dewa jelita istri Raden Werkudara, anak berwujud naga dari Dewi Nagarini yang tinggal di kayangan Saptapratala atau Saptabumi, yang kekuatannya mampu mengguncang bumi? Ulah Sang Typhoeus yang pernah dikurung oleh Zeus? Atau malah ini buah pertikaian antara Thunderbird dengan sang Paus?
Saya juga kurang tahu, yang jelas kawan saya di barat Sumatera sana sedang mmembebat luka yang menganga sembari meratap bencana. Ketakutan tidak bisa hilang segera ketika gempa-gempa susulan masih terasa. Kini tugas kita, tugas dari hati yang berbicara, sedikit berderma untuk saudara, bukan cuma di barat Sumatera, tapi juga Jambi, Tasikmalaya, dan daerah Indonesia lainnya yang dirundung bencana.
Gusti Allah memberi gempa pada kita bukan tanpa sebab, namun bukan serta merta ini pertanda bahwa kita telah terlampau banyak maksiat, mungkin ini sebagai pengingat, atau mungkin ini sebagai salah satu cobaan untuk mengukur kadar taqwa. Namun sejatinya gempa memang gejala alam yang sampai sekarang belum bisa tepat diprediksi, sebuah gejala geografi yang mungkin dialami di negara manapun, apalagi Indonesia yang memiliki gunung api di sepanjang garis pantai, puluhan sesar yang tertanam, dan berbagai patahan yang terus bergerak.
Bagaimanapun hidup terus berjalan, sahabat-sahabatku kini harus tetap bergerak ke depan dengan segenggam harapan kepada yang Maharahim.
_____
gambar diambil dari sini.
Minggu, 4 Oktober 09
3 responses to Rabu Kelabu
salam kenal
sungguh suatu kisah yang mengetuk hati setiap org agar harus memiliki iman dan kekuatan yang baik dalam menghadapi cobaan itu.
tapi kita perlu mengingat bahwa hanya orang-orang beriman yang diuji. BErarti kalau orang sumatera barat dapat ujian berat kayak begini berarti keimanan mereka juga sudah baik.
Lah apa kabarnya orang jakarta kayak saya yang diujinya paling juga banjir sama mati lampu. Apa berarti orang jakarta keimanannya…
_____
Bukan cuma iman, tapi juga soal kekuatan dan kemampuan
tongki.