Mari Bermain dengan Masalah

rubik

Dunia memang berputar, orang-orang di dalamnya berebut waktu dan bergelut dengan sesuatu, berjibaku untuk mecapai tujuan dengan segala kepentingan. Memang sedap mereka yang berada di puncak rantai makanan, bisa memamah kemenangan dan mengecap berbagai kenikmatan, sementara yang kalah? Mereka yang kalah terhempas lantas jatuh, terguling sampai berdarah-darah, kehilangan arah, dan dibelit sejuta masalah.

When I found myself
In times of trouble
Mother Mary comes to me
Speaking word of wisdom
Let it be

Salah satu bait lagu The Beatles yang berjudul Let It Be itu sedikit banyak menggambarkan apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi masalah, biarkan. Ya, nyeleneh memang, tapi apa mau dikata masalah pasti datang dan kita ditantang bagaimana mengatasi masalah tanpa masalah, hidup harus terus menggelinding. Toh senyaman apapun hidup kita, suatu saat nanti pasti akan ada masalah melambai-lambai dan kemudian menghampiri, dan tidak bisa serta merta hidup berhenti ketika terhalang oleh kerikil sebiji.

Masalah itu tak ubahnya kubus rubik, banyak cara berbeda untuk menyelesaikannya, dengan lebih dari ribuan kombinasi yang unik untuk menyelaraskan warna di keenam sisinya. Kubus rubik memiliki tingkatan yang beragam, dari mulai yang berbentuk bola, sisi tiga, empat, dan seterusnya. Masing-masing dari jenis itu memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, menuntut kesabaran dan ketelatenan dalam menyelesaikan. Masalah juga demikian, butuh ketelatenan dan kesabaran yang berbeda dalam menghadapi setiap jenisnya. Namun kadang masalah datang tak kenal waktu, menghujam bertubi-tubi dengan jenis yang bervariasi. Namun dengan umpama kubus rubik juga, semakin banyak jumlah sisi maka semakin banyak juga kombinasi penyelesaiannya, tinggal bagaimana kita bermain dengan kreasi dan melihat posisi, disinilah letak keasyikan memecahkan masalah, butuh seni tersendiri untuk menikmatinya.

Sering kita terlalu serius menjalani hidup, terus menyemai keruwetan dalam kepala, memupuknya dengan beragam sinisme, dan menambah kompleks labirin otak hanya untuk memperlambat jalan rangsang sampai tujuan. Kita butuh sesuatu untuk meluruskan kembali yang ada, membuat jalan pintas dalam otak agar bisa kembali cergas dan bernas, apalagi sekarang informasi melesat kian cepat dan dapat diperoleh dari berbagai tempat, dari mulai ruang kelas yang bersekat sampai dengan tempat creambath. Sedikit terpelintir dalam menerima informasi bisa berbuah terkilir, menambah jumlah tabungan masalah, sungguh celaka.

Sesekali atau malah sehari-hari kita butuh rekreasi, sekadar bermain dengan situasi, memetakumpetkan waktu, mengejar kesempatan untuk kemudian ditangkap. Atau menggerakkan kaki, melangkah riang dari satu tempat ke tempat lain untuk menjernihkan pikiran, melepas beban barang sejam dua jam, memetik ide yang kerap berseliweran di angan, atau sekadar memperhatikan lingkungan, memanjakan indera dengan permainan, bahkan khayalan adalah bentuk permainan, bermain warna dan lakon yang tidak mungkin ada di dimensi nyata.

Bermain itu sejatinya adalah kegiatan dan kebutuhan kita sehari-hari, hanya kadang dikemas berbeda, terkamuflase dengan reriuhan dan rutinitas. Gampangnya, kita tidak bisa mangkir dari bermain, apapun kegiatannya, kapanpun waktunya, dan siapapun lawannya. Jadi, siapkah kita bermain?

_____

Artikel ini merupakan versi bahasa Indonesia dari tulisan saya dalam kolom Youthspeak koran The Jakarta Post yang terbit pada hari Rabu, 4 November 2009.

sumber gambar ada di sini.

Kamis, 5 November 09

8 responses to Mari Bermain dengan Masalah

  1. setiap masalah pasti ada jalan keluarnya

  2. pundarika lestari said:

    very inspiring. thanks :)

    _____
    you’re welcome :)
    tongki.

  3. masalah itu datang tanpa diundang jadi kita harus menyikapi dengan bijaksana

  4. fina desviyanita said:

    really love your article.
    cool.

  5. dita.gigi said:

    saya bermain setiap hari.. karena bagi saya hidup lebih menarik bila dianggap sebuah permainan…

    bukan bagaimana hasilnya, tapi bagaimana kita menikmati prosesnya… halagh… :lol:

  6. neng®atna said:

    :D Permainan selalu menarik. Bermain dengan kata-katamu juga menarik kak.. *yes pertamax*

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>