Kemana Perginya Kata?

Saya tersesat dan sering lupa dalam belantara kata. Dunia penuh alfabet telah lama membuat saya jemu dan mentok, tapi biar bagaimanapun dunia penuh alfabet ini, blog, telah mengantarkan saya kepada dunia baru yang makhluk-makhluknya sangat menggembirakan dan cerah memberi pelajaran bahwa tidak setiap kebaikan diabaikan, begitu juga dengan kejahatan.

Dalam rimba kata-kata saya menemukan cinta, cinta yang jauh dari gelora yang berkobar dan hasrat yang menggebu. Cinta yang saya temukan adalah cinta yang lembut mengalir dan penuh keasyikan dalam mengamatinya, menjadikan cinta itu sebagai wahana tamasya rohani, sensasinya begitu menenangkan. Cinta pada rimba aksara ibarat sebuah kotak ajaib, kita tidak bisa seketika tahu apa yang ada di dalamnya dan di mana dasarnya. Jalani sajalah.

Di bawah naungan mendung kata-kata bergabung dan membingkai makna, menjadi idaman penulis yang nyaris mati, tersudut kebuntuan. Saya juga sering menemukan habis jalan dan kemudian menyerah kembali meninggalkan, setelah sembuh kembali saya berjalan mencari kata. Momen yang paling menggembirakan mungkin ketika kita dibawa hanyut atau tersesat dalam samudera dan labirin kata tetapi kita bisa menemukan sebuah pulau baru yang indah dan baru saat itu akal kita bisa menjamah.

Saya mencintai kata, tepat di bawa orang tua dan sejajar dengan “dia”, dan ketika kata-kata mulai terbang menghilang, pena dan papan ketik menangkap kembali lalu kemudian memeliharanya agar lestari dan dapat terus saya nikmati.

Sabtu, 29 Oktober 11

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>