Blogger, Sebuah Lokomotif Perubahan Sosial

Mari kita turun tangan, daripada kita lipat tangan sambil mengecam.
- Anies Baswedan

Pada masa kini telah terjadi pergeseran makna blogger dan blog itu sendiri, dari yang pada awalnya sekadar sebagai sarana curhat dan bersosialita, kini telah menjadi sebuah corong pergerakan. Sudah tidak terhitung lagi berapa banyaknya gerakan sosial yang telah dilakukan oleh blogger, mulai itu yang bersifat individu ataupun berkelompok, yang tentu nyata dalam aksi dan kontribusi. Sebut saja gerakan Seribu Buku dan Bloggers for Bangsari yang digagas oleh komunitas blogger BHI, gerakan Coin a Chance yang dicetuskan oleh duo Hanny dan Nia, atau juga jejaring Blood for Life yang digagas oleh Silly, yang mungkin hingga sekarang tidak terhitung lagi telah berapa banyak jiwa yang diselamatkan berkat gerakan ini.

Hari ini, Sabtu 3 Desember 2011, acara On|Off menghadirkan banyak blogger-blogger potensial serta menyajikan banyak model gerakan sosial yang menginspirasi, salah satunya yang sejak dulu begitu menginspirasi saya dan kini beruntung menjadi satu sesi tersendiri dalam acara On|Off ini adalah gerakan Indonesia Mengajar.

Indonesia Mengajar

Saya sangat tertarik dengan program Indonesia Mengajar, bagaimana sarjana-sarjana yang masih muda umurnya nekad dibekali lantas diterjunkan ke pelosok Indonesia untuk mengajar sekolah-sekolah di sana. Bagaimana mereka mampu dan lebih utamanya lagi mau menjadi motor eskalator sosial bagi masyarakat sekitar sudah tentu menyentuh haru dan pasti menginspirasi.

Penolakan sudah bukan barang asing bagi pengajar muda dari Program Indonesia Mengajar ini, mulai dari keluarga sendiri sampai masyarakat di daerah tujuan sudah tentu mereka hadapi. Kreasi mereka dalam meluruskan pandangan-pandangan bengkok akan keputusan yang diambil dan kemampuan mereka untuk meyakinkan sungguh luar biasa.

Ketika pada akhirnya mereka direlakan oleh keluarga dan diterima oleh lingkungan barunya, berjuanglah mereka dalam keterbatasan, dalam minimnya penerangan, dalam sempit dan rusaknya ruangan. Tulus, ketika kesusahan datang silih berganti kata tuluslah yang sering-sering didengungkan supaya terus bertahan dan kuat terhadap cobaan. Rasa tulus kemudian bahagia inilah yang juga muncul secara spontan ketika mereka sukses menyunggingkan senyum-senyum bahagia pada anak didiknya, ketika murid-murid selesai berjibaku di kelas melawan kata dan angka, dan pada akhirnya menang.

Menciptakan Perubahan, Oleh Saya

Mungkin memang kapasitas saya belum sedahsyat kakak-kakak yang telah lebih dulu terjun ke masyarakat, memberikan bimbingan berupa pendidikan yang terstruktur dan mantap. Namun jujur saya amat terinspirasi oleh para pengajar muda, juga blogger-blogger yang beraksi sosial, tanpa pamrih. Untuk itu dalam skala kecil saya beserta beberapa orang teman satu fakultas memiliki ide melakukan gerakan sosial dan sudah direalisasikan, ya meskipun itu akan berjalan secara bertahap.

Gerakan ini bernama Organisasi Sosial Kau dan Aku. Berbasis di Yogyakarta, sebagai organisasi kecil mungkin belum banyak yang tahu tentang kami. Kami memiliki kegiatan yang fokus kepada anak-anak, khususnya anak-anak penderita kanker di bangsal khusus RS. Sardjito, Yogyakarta. Kegiatan kami meliputi membantu memenuhi kebutuhan darah (melalui program darahrurat) dan memberi suplemen pendidikan (melalui program tutor sahabat) kepada anak-anak penderita kanker di RS. Sardjito tersebut.

Memang, saya bukanlah seorang pekerja lapangan, saya tidak melakukan pencarian donor darah secara langsung atau memberikan pengajaran, kompetensi saya masih belum memadai. Untuk sementara saya menjadi motor organisasi dalam publikasi organisasi ini, mengajak baik secara online maupun offline warga, khususnya mahasiswa, agar mau ikut berpartisipasi.

Kerja saya dalam organisasi ini lebih sebagai social manager merangkap designer yang mana menuntut saya menghabiskan banyak waktu di balik laptop. Bagaimana saya menyusun strategi publikasi, menyusun dan mendesain materinya, sampai dengan menyebarkan berita darurat seperti adanya permintaan darah mendadak menjadi pekerjaan rutin saya. Untuk itu saya rasa tidak berlebihan jika laptop yang prima menjadi sebuah keharusan bagi saya.

Acer Aspire S3 Ultrabook menjawab kebutuhan saya. Mobilitas dan durabilitas yang ditawarkan produk Acer yang satu ini patut diacungi jempol, ketipisan unit ini sudah tentu memangkas berat dan kebutuhan ruang di dalam tas sehingga memudahkan saya untuk bergerak, ditambah dengan frame khusus menjadikan Acer Aspire S3 Ultrabook ini semakin tahan banting, betul-betul menawarkan fleksibilitas dalam bekerja dalam kondisi apapun. Pekerjaan yang seringkali datang mendadak saya rasa tidak menjadi masalah bagi produk Acer yang satu ini, fitur Instant On menjadikan kecepatan laptop ini dalam merespon pekerjaan yang tiba-tiba datang bisa diandalkan, bayangkan hanya dalam hitungan detik begitu laptop dibuka langsung menyala sekaligus langung terkoneksi dengan dunia maya. Singkatnya, Acer Aspire S3 Ultrabook ini begitu memudahkan saya dalam berkarya :)

Berfoto di booth Acer sambil menjajal betapa mumpuninya Acer Aspire S3 Ultrabook

—–

Pada akhirnya, jiwa-jiwa sosal dalam setiap entitas online diyakini akan semakin berkembang dan mewabah, menjalarkan semangat optimisme. Gadget-gadget penopang aktivitas online pastinya akan semakin lantang menampilkan dan menyuarakan gagasan-gagasan baru, menciptakan kesempatan, dan pada akhirnya ketika keduanya bersinergi, when ideas meet opportunities, akan menciptakan optimisme perubahan yang masif, menjalin montase-montase kreasi, membuat kita bisa melihat Indonesia dengan perspektif optimis!

Seperti kata Anies Baswedan dalam pidatonya yang inspiratif pagi tadi : Today, you have the opportunity to challenge the optimism with the new wave of optimism!

Sabtu, 3 Desember 11

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>